RESENSI, DIMUAT DI PERADA KORAN JAKARTA 14 MARET 2014


Sedikit–lebih tepatnya lumayan–telat memposting resensi ini. Baru sadar belum dimasukkan note facebook. ^_^

Sekilas cerita, ini merupakan novel debut teman, bisa dibilang saya ngefans sama tulisan anak ini dan belajar nulis dari baca cerpen-cerpennya yang keren dan sering diposting dinote facebook secara gratis, Rafandha (a.ka. Bimo Rafandha) selain David Ng juga. Hihi 🙂

Jadi setelah tahu novel ini keluar, jarak beberapa hari saya langsung nyari novel ini di toko buku yang ngasih diskon 15% itu. Hihihi *abaikan. Dan buku ini selesai sekali lahap, ceritanya enak, dan langsung dibikin resensinya. 😀 Mumpung masih hangat di kepala.

Ini resensi saya yang ketiga di koran jakarta, tidak mulus karena mendapat koreksian. 🙂 Tapi akhirnya tetap dimuat juga. 😀

Berikut versi asli resensi saya karena ada beberapa bagian yang digubah, termasuk judulnya. 🙂

EMPAT SAHABAT YANG SALING MELENGKAPI

 

Judul               : I’m (Not) Your Bodyguard 

Penulis             : Rafandha

Penerbit           : Gaca

Tahun Terbit    : Cetakan Pertama, Januari 2014

Tebal               : 209 halaman

ISBN               : 978-602-255-426

Tidak ada persahabatan yang sempurna. Seperti kisah empat sahabat dalam novel ini: Arga yang introvert, Divi sang kembang sekolah di SMA Harapan Nusa, Diana yang K-Pop freak dan juga Tri yang cenderung tidak suka neko-neko. Persahabatan mereka dimulai karena pernah dihukum bersama saat masa orientasi, dan berlanjut saat mereka ditakdirkan dalam satu kelas.

Kisah dimulai dengan sebutan Aci yang disandang Arga. Aci sendiri adalah singakatan dari Arga banci. Ini disebabkan karena Arga yang tidak suka olahraga ditambah memiliki tiga sahabat cewek.

Sesungguhnya, Arga tidak menyukai julukan itu. Bagaimana mungkin, tingkat “kelelakian” seseorang hanya diukur dari kecintaannya terhadap olahraga? (halaman 31)

Sore itu keempat sahabat tersebut datang ke acara konser musik kakak Divi, Vidi, di sebuah mall. Setelah acara tersebut selesai, Divi meminta izin ke WC dan di sana dia tak sengaja bertemu dengan cowok bernama Iqbal. Iqbal sendiri mengaku sebagai teman sekampus kakaknya. Sementara itu Arga yang khawatir pada Divi, yang belum juga kembali, menyusulnya. Tapi, nihil. Dia tidak mendapati Divi di sana.

Besoknya, Divi dengan semangat bercerita pada Arga, Tri dan Diana tentang perkenalannya dengan Iqbal. Dia juga akan dijemput oleh Iqbal sepulang sekolah nanti. Namun sayangnya perkenalan itu berakhir buruk, karena Arga menanggapinya dengan dingin dan kaku. Iqbal pun merasa risih dan menantangnya bermain basket.

“Bagaimana kalau kita taruhan?” Iqbal memberi ide. Sementara Arga curiga pada Divi. Dia pasti sudah bercerita banyak hal pada cowok itu. Termasuk, ketidaksukaannya terhadap olahraga. (halaman 72)

Saat Handphone Tri hilang dan ada seorang yang mengaku menemukannya. Tanpa pikir panjang, Arga pun berniat mengambilkannya. Ternyata, yang menemukan hadphone tersebut adalah siswa yang satu sekolah dengannya, Tiara.

“Aku mau pulang dulu, ambil mobil terus ke rumah Tiara buat ambil hape Tri. Biar cepet terus kita bisa ngerjain tugasnya,” Arga menjelaskan rencananya. (halaman 95)

Sepulang dari rumah Tiara, Arga dibuat kesal ketika lewat di depan rumah Divi. Meski dia sudah menang taruhan kemarin. Nyatanya, Iqbal masih mendekati Divi. Bahkan, Divi jadi lebih sering bersama cowok itu dan selalu beralasan ketika ketiga sahabatnya mengajaknya belajar bersama. Di sana Arga marah. Dan dia pun berantem dengan Iqbal.

Hubungan persahabatan mereka semakin renggang. Apalagi Divi yang sangat membenci Arga, karena dia terlalu ikut campur urusan perasaannya. Sementara Arga masih bersikukuh jika Iqbal bukanlah cowok baik-baik.

Saat sedang berada di toko buku, Arga bertemu dengan Tiara. Di sana mereka pun mengobrol dengan canggung.

Tiara tersenyum. “Minta maaflah lalu berubahlah. Perlakukan mereka layaknya sahabatmu. Bagaimanapun, mereka punya kehidupannya sendiri,” saran gadis itu. “Melupakan dan mengingat ibarat dua mata koin. Semakin kau berusaha untuk melupakan, maka kau akan semakin mengingatnya. Begitu juga sebaliknya. Yang bisa kau lakukan hanyalah menerima. Hanya itu. Dan semuanya akan jadi lebih baik.” (halaman 128)

Atas saran dari Tiara tersebut, Arga pun mencoba merubah sikapnya yang terlalu keras terhadap tiga sahabatnya itu menjadi lebih biasa. Dan kenyataan pahit dialami oleh Divi, jika sebenarnya Iqbal adalah seorang playboy yang ringan tangan dan berselingkuh di belakangnya.

Novel “I’m (Not) Your Bodyguard” ini lebih mengedapankan unsur persahabatan, tentang bagaimana melengkapi kekurangan sahabat itu sendiri. Rafandha berhasil mengemasnya dengan baik. Konflik yang disuguhkan cukup menarik dengan gaya tulisan khas remaja. Yang disayangkan adalah pengemasan kover novel ini, yang tidak sesuai dengan keempat karakter dalam novel tersebut.

Novel remaja setebal 209 halaman ini, mengajarkan kita untuk saling menjaga, menghargai dan merenungkan kembali kesalahan yang pernah dibuat oleh sahabat.

BIMO

Dan berikut versi Koran Jakarta

http://www.koran-jakarta.com/?7955-lika-liku%20perasaan%20cinta%20para%20remaja

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s