Tentang Membagi Rindu


Gambar

 

Membagi Rindu. Naskah hasil bimbingan dari program #LelangNulisNovel yang diadakan oleh Penerbit Diva Press di Twitter. 2013 saya sangat bersemangat mengikuti beberapa lomba, begitu ambisius, tak terkecuali untuk yang satu ini. Pastinya saya tidak ingin melewatkan kesempatan langka yang diadakan sebulan sekali ini. Apakah mulus dan langsung lolos? Tentu tidak. Saya dua kali gagal. Dan saya pun menyadari masih banyak kekurangan dari cerpen yang saya kirim tersebut.

Bulan Juli program tersebut ada lagi. Saya tetap ngeyel pengin mencoba ikut, meski tidak sebegitu menggebu seperti sebelumnya. Saya mengakui efek dua kali gagal berpengaruh pada pikiran saya, sehingga tidak terlalu berekspekstasi tinggi. Selalu ada cinta yang tak selesai dalam setiap kenangan. Itu adalah tema yang saya pilih untuk genre teenlit yang kemudian harus dibuat menjadi cerpen dalam waktu 3 hari.

Oh iya, berikut tentang #LelangNulisNovel sendiri.

 

#LelangNulisNovel adalah program pemberian wadah bagi penulis yg sudah layak secara teknik untuk menulis novel sendiri dengan pola pendampingan yang saya pegang sendiri dan memiliki komitmen tinggi untuk bekerjasama dengan saya. Setelah novel selesai ditulis, penulis terpilih akan mendapatkan MoU yg layak seperti penulis-penulis profesional lainnya untuk diterbitkan oleh Diva Press Group. Program ini merupakan “jalan tol” untuk menerbitkan novel di DIVA Press Group.

Ketentuan-ketentuan:

1. Judul sementara tidak usah diubah
2. Setelah dapat judul, silakan buat cerpen berdasarkan ide dan judul tersebut antara 5-6 halaman 2 spasi margin standar dengan DL 3 hari (pilih salah satu ide saja –dewasa atau teen)
3. Semua cerpen yg masuk akan dipilih maksimal 3 saja dan yang dianggap kuat akan diminta untuk melanjutkan membuat sinopsis berdasar cerpen buatannya
4. Yang tidak layak, otomatis tidak akan diberi balasan lebih lanjut
5. Dari 3 sinopsis yang masuk, akan dipilih lagi 1 saja yang terbaik untuk melanjutkan ke bab 1 (dengan asumsi tebal novel nantinya antara 150-180 hlm tuk teenlit dan 180-250 hlm tuk dewasa)
6. Batas pembuatan sinopsis adalah 24 jam terhitung sejak email saya kirim, dan batas pembuatan bab 1 adalah 5 hari sejak sinopsis diACC (tebal perbab kisaran 7-15 hlm)
7. Yang melewati semua tahapan DL tersebut akan digugurkan
8. Jika penulis yang dipilih tidak bisa berkomitmen memenuhi DL tersebut dan atau hasilnya (bab 1) tidak kunjung sesuai dengan yang saya harapkan meski telah didampingi, maka otomatis haknya sebagai pemenang lelang akan digugurkan dan judul tersebut akan dilelang lagi
9. Masa penyelesaian novel sampai tuntas sejak ACC Bab 1 adalah 60 hari
10. Penulis-penulis yg belum lulus lelang kali ini bisa mengikuti lelang berikutnya yang direncanakan akan dibuka tiap hari Minggu atau sesuai kebutuhan khusus
11. Penulis-penulis yang kira-kira tidak yakin bisa mengikuti DL supaya tidak mengambil program ini agar hasil program ini benar2 efektif buat semua pihak
12. Gunakan selalu subject #LelangNulisNovel untuk program ini. Semua email hanya dikirimkan langsung ke email saya.
13. Ide dan judul yang dilelangkan supaya dijaga ekslusivitas dan kerahasiaannya (baik yang terpilih atau pun tidak) karena menyangkut gagasan ekslusif penerbit
14. Setiap dibuka lelang baru, waktu pendaftarannya akan dibatasi dari pukul 13.00 – 19.00. Pendaftaran setiap lelang cukup dengan mengirim email kosong kepada saya dengan subject #LelangNulisNovel.
15. Mentionkan ke akun twitter saya jika kamu sudah mengirimkan email pendaftaran dan mengirimkan cerpen dimaksud. Ini untuk mempercepat saya memproses penilaian terhadap cerpen-cerpen yang masuk.
16. Cerpen yg mencerminkan teknik mnulis yg baik, atau idenya bergeser dr ide awal ttpi sngt menarik, tdk lolos tuk ide ini, terbuka kemungkinan untuk saya minta dilanjutkan jd novel sendiri.

Mendekati DL, sejujurnya saya belum kepikiran tentang ide yang diberikan tadi harus dibawa ke arah mana. Namun, saat menonton film Malaikat Tanpa Sayap, ketika bagian si cowok mau bunuh diri, saya segera membuka ms. word dan beberapa jam kemudian jadilah cerpen tersebut. Masih dengan tema yang saya sukai yaitu persahabatan dan cinta.

Kabar bahagianya cerpen saya dinyatakan lolos. 😀 Dari situ saya mulai menyimpulkan. Mungkin, ketika tulisan ditulis dengan hati dan menyelipkan nyawa di dalamnya akan sampai ke hati pembaca.

Sudah cukup? Belum, karena saya dihadapkan ke persoalan baru. Sinopsis. Berbeda dengan yang sebelumnya, saya sudah menyiapkan sinopsis jaga-jaga siapa tahu lolos. Meski kenyataannya tidak. 😀 Dan yang ini adalah kebalikannya.

Sinopsis pertama yang saya kirim kurang sama dengan ide cerita. Pulang dengan senyum. 🙂

Sinopsis kedua akhirnya diterima. Senyum lebih lebar lagi. 🙂 🙂

Dari sini dimulailah proses pembuatan hingga menjadi novel dengan bimbingan Pak Edi Akhiles.

Rain Pelangi, saya sedang suka dengan Kimberly saat itu, jadi saya menggambarkannya sedikit mirip dengannya. Cewek indo yang pendiam, putih, postur tinggi sedikit bungkuk dan rambut pirang kecokelatan sebahu. Tidak begitu suka pelajaran olah raga, menyukai matematika, selalu meninggalkan bekas saos di bawah bibir saat makan risoles, terkadang mampu menyelesaikan masalah temannya tapi yang terjadi dia selalu kesulitan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Samudra. Waktu itu saya membaca beberapa hal tentang Zain Malik di sebuah majalah remaja. Dari situ saya kepikiran untuk membuat tokoh dalam novel saya ini mempunyai adik cewek yang begitu disayanginya. Terpikirlah nama Samudra atau biasa dipanggil Seam. Memiliki rambut spike, mata elang, maskulin, dan perokok. Mungkin, dari tokoh inilah saya mengambil benang merah dari ide “selalu ada cinta yang tak selesai dalam setiap kenangan”. Seseorang yang masih terikat pada kenangan. Kekasih dan juga orang tua yang telah tiada.

Awan. Remaja bermata sipit, rahang tegas, dengan warna kulit cokelat dan bersih. Seseorang yang memiliki jiwa sosial cukup tinggi, meski sering ditentang mamanya. Selalu iri dengan abangnya yang selalu dibanggakan kedua orang tuanya. Sedikit kekanankan. Mengikuti ekstrakulikuler pramuka. Sangat payah untuk urusan perasaan.

Beberapa tokoh lain yang melengkapi kisah di dalamnya.

Nadia, selalu dapat nilai telor bebek tiap ulangan. Sangat suka membanggakan kota kelahirannya, Malang, sebelum akhirnya pindah ke Jakarta. Seseorang yang selalu ceria, walau terkadang mudah sekali mellow dan sakit-sakitan.

Pricilla, anak seorang model yang penuh dengan intrik. Cinta pandangan pertama sekaligus yang selalu membuatnya termotivasi adalah Samudra.

Evan, cowok berambut keriting ini punya riwayat mengenaskan dengan mamanya. Terlahir sebagai anak semata wayang membuatnya kerepotan membantu urusan rumah tangga, terlebih di rumahnya tidak ada pembantu. Seperti prinsip mamanya, hidup hemat dan gotong royong.

Tidak tahu kapan terbitnya. Namun, saya senang melewati proses penulisan novel ini meski dikejar deadline dan revisi jumlah halaman. Ditambah sempat ditinggal Pak Edi umroh. 😀

Bisa jadi ini tentang kamu. ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s