Review Film: Geek Charming


Gambar

Judul film        : Geek Charming

Rilis                 : 11 November 2011

Genre              : Teen inspiratif / komedi romantis

Sutradara         : Jeffrey Hornaday

Skenario          : Elizabeth Hackett dan Hilary Galanoy.

Pemain        : Dylan Schoenfield (Sarah Hyland), Josh Rosen (Matt Prokop), Amy Loubalu (Sasha Pieterse), Asher (Jordan Nichols), Hannah (Vanessa Morgan), Loli (Lili Simmons) dll.

            Dylan Schoenfield, seorang gadis 16 tahun yang populer, kaya, angkuh, dan juga sombong. Di belakang tubuhnya selalu ada dua pengawal, Hannah dan Loli. Serta, dia memiliki kekasih yang keren, Asher. Dylan sendiri punya mimpi memenangkan “Blossom Queen” di musim semi formal.

            Suatu ketika saat Dylan ke kantin. Josh Rosen, seorang geek dari klub film, menabraknya. Membuat mie tuna yang dibawa Josh mengotori pakaian Dylan. Hingga muncul statment, “Aku tidak percaya, gadis populer sepertiku berjuang untuk berbagi udara dengan orang aneh sepertimu!” Gambar           Namun, yang sebenarnya terjadi, parfum yang disemprotkan Dylan-lah yang membuat Josh tak bisa melihat dengan jelas. Dan terjadilah insiden tersebut. Diceritakan pula, jika Josh naksir dengan Amy. Sahabat Dylan sewaktu SD yang ditinggalkan oleh Dylan demi popularitas.

         Josh sendiri sedang berjuang untuk ikut Sound Festival Film dengan membuat film dokumenter. Tema pertama yang diajukannya tentang evolusi suara robot ditolak. Dan dia diberi tantangan untuk membuat objek yang lebih real, manusia. Selesai bekerja, dia melihat Dylan sedang kesulitan. Tas Dylan jatuh ke kolam air mancur. Dan bak pahlawan kesiangan, Josh pun berinisiatif mengambilkannya. Setelahnya dia membuat kesepakatan dengan Dylan. Dia berniat membuat film tentang Popularitas. Dylan pun setuju. Mungkin dengan ini dia bisa dinobatkan menjadi Blossom Queen.

Gambar

         Dylan selalu bersikap buruk pada Josh dalam proses pembuatan film. Dan dia seolah ingin menunjukkan perbedaan antara seorang Diva dan geek. Josh sendiri mulai berpikir ulang untuk membuat film tentang Dylan.

         Posisi Dylan semakin terancam oleh saingannya. Dia sadar akan kesalahannya pada Josh. Dia pun menemuinya saat ada pemutara film sci-fi Flight of the Navigator. Setelah menonton film, Dylan mengajak Josh ke rumahnya dan membuatkannya sink-sundae. Josh tertarik ketika melihat sebuah foto di dinding. Itu adalah foto ibu Dylan saat dinobatkan menjadi blossom quen tahun 1985. Ibunya meninggal ketika dia masih duduk di sekolah dasar. Dia juga merasa, jika dia akan terhubung ketika mencapai hal yang sama dengan ibunya.

Gambar

       Dylan pun melakukan perubahan pada Josh. Mulai dari gaya rambut sampai penampilan. Dia juga memberikan undangan pada Josh untuk datang ke acara pesta Asher bersama Amy. Tapi, di sana sebuah insiden terajadi. Ketika Josh bebicara pada Dylan dan meminta diajari cara berinteraksi dengan Amy. Asher dan Amy memergoki mereka. Asher marah pada Dylan. Sementara Amy menganggap jika sebenarnya Josh tidak mencintainya. Melainkan mencintai Dylan.

        Hari yang buruk. Dylan bangun kesiangan. Kontak lens-nya pun jatuh ke wastafel sia-sia. Dia pun terpaksa berangkat. Memakai kaca mata akan membuatnya tampak seperti kutu buku. Namun, ketika mendapati surat dari Asher. Dia terpaksa menggunakan kaca matanya. Di sana Asher memutuskannya. Dylan kehilangan kedua temannya. Karena Hannah dan Loli menganggap jika Dylan berubah semenjak dekat dengan Josh. Josh pun sama, teman dari klub film yang biasa sebangku ketika di kantin marah padanya.

      Lantas apa yang terjadi? Apalagi saat pemutaran film yang dibuat Josh, banyak teman-teman Dylan yang menertawakan aksi konyol Dylan. Saat itu Dylan diam-diam datang ke sana. Film tersebut membuat Dylan tampak bodoh. Baginya, Blossom Queen hanya tinggal mimpi.

       Saya suka dengan tema yang diangkat dalam film ini. Antara seorang yang populer dan biasa-biasa saja. Ini sering kali kita lihat di lingkup sekolah. Apalagi kebanyakan mereka membentuk semacam kelompok-kelompok tertentu. Film ini menyajikan unsur komedi, romantis, dan juga pelajaran hidup yang manis. Sebuah tontonan yang menghibur di waktu senggang. Khususnya untuk remaja. 😀

Quote yang saya suka di film ini:

“Popularitas bukan tentang memiliki semua orang yang tahu siapa kamu, atau apa yang kamu kenakan. Popularitas adalah memiliki teman sejati yang ada untukmu. Bukan imitasi yang mendekatimu karena akan ada banyak penawaran …”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s